Kamis, 09 Juli 2015

Bukan salahmu ini salahku



Masih tak percaya pada saat itu dengan mudahnya kau mengatakan “kita putus”. Berharap hanya mimpi namun faktanya itu nyata. Shiiitt… dengan yakinnya bibirku berkata tak apa tapi celakanya hatiku terasa ada apa-apanya, hingga pipiku basah karena ulah air yang secara tak sengaja keluar dari mataku.

Kecewa yang kurasa. Setelah sekian lama kau meyakinkanku hingga aku yakin padamu. Pada saat itu kau berjanji akan menggenggam tanganku namun pada saat itu pula kau melepasku. Entah apa yang ada difikiranmu, aku tak mengerti dengan tingkahmu. Apa kau yang jahat? Atau aku yang terlalu bodoh? Sudahlah…

Hari demi hari telah berlalu namun ingatanku tak bisa kuhentikan untuk memikirkan semua bayangmu,  entah apa yang kau lakukan sampai-sampai aku sulit untuk melupakan segala tentangmu. Fikiranku tak lagi waras sampai dalam hati aku menuduhmu memakai ilmu sihir entah semacam pelet atau apalah…hahaha lupakan saja. Ya, aku sudah tak waras.

Sebelum semua berlalu aku tak membayangkan sedikit pun kalau hubungan kita akan berakhir. Aku  membayangkan hubungan kita akan bertahan hingga menjadi legal. Kau yang akan menjadi imamku, melewati hari-hari dengan penuh cinta, menyelesaikan masalah bersama, merawat anak-anak kita hingga tumbuh dewasa, juga melewati masa tua bersama dan pada akhirnya mautlah yang memisahkan kita. Ya, aku kira aku sudah tak waras.

Memikirkan yang tak sepantasnya untuk difikirkan  adalah kebiasaanku. Khayalanku sudah kelewatan. Ya, sekali lagi aku memang sudah tak waras. Maafkan aku yang belum bisa menghapus; rasa, perih, ini. Bukan salahmu ini salahku.

dari gadis tak waras
 yang hatinya masih terluka.
yang tak tahu diri,
yang masih mencintaimu.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Muawiyahrezky Blogger Template by Ipietoon Blogger Template