Seakan
tak mau melepas genggamanmu, kau tiba-tiba hadir dikehidupanku. Setiap nafasku
selalu disertai dengan kehadiranmu, tak seharipun aku tak melihatmu. Sayang,
terima kasih kau telah hadir memberikan warna dikehidupanku, yang tadinya hanya
ada abu-abu. Kau selalu memberikanku bisikan “aku menyayangimu”. Hal itu
membuatku seakan kakiku tak menyentuh bumi lagi, kau buatku melayang.
Tatapanmu
sangat meyakinkanku bahwa kaulah milikku, namun memangnya siapa aku?
Aku bukan
siapa-siapamu. Dari awal aku hanya menganggapmu teman biasa,tidak ada rasa yang
luar biasa dan kau juga begitu. Semakin hari aku tak mengerti maksud dari
tatapan matamu, jemarimu yang selalu menggenggam tanganku, senyuman hangatmu,
candaan gurihmu, tingkah perhatianmu dan kecupan yang selalu kau berikan
dijidadku setiap kita akan berpisah.
Sayang,
ini yang kutakutkan. Aku takut perasaanku tumbuh semakin dalam dan pada
akhirnya hatiku terluka seperti yang sebelumnya. Aku semakin tak karuan, setiap
kau tak memperhatikanku atau kau tidak mengabariku aku selalu marah denganmu,
setiap kau mengabaikanku hatiku terasa sakit, setiap aku melihatmu tertawa atau
tersenyum yang sebabnya bukan aku, aku selalu cemburu. Tapi, memangnya aku
siapamu? Aku tak berhak dengan semuanya.
Sayang,
apa arti dari semua perlakuanmu kepadaku? Aku hanya ingin semuanya jelas.
Setiap aku mempertanyakannya, kau hanya menjawab dengan senyuman, memelukku
dengan erat dan tak mau membahasnya lagi. Sayang, aku takut… aku takut kalau
kau tiba-tiba pergi tanpa alasan dan tak kembali. Tolong, jangan jadikan aku
tempat persinggahanmu.
Sayang,
aku ingin kejelasan, aku ingin kepastian, aku ingin kau dan aku menjadi kita.
Untuk
apa kau berikan aku mawar merah jika kau tak izinkan aku untuk menciumnya.
Sekali lagi sayang, aku hanya ingin kejelasan.
dari seorang gadis yang
butuh status pasti,
yang sampai sekarang, entah kau anggap apa.
0 komentar:
Posting Komentar