Kamis, 09 Juli 2015

Yang kumau hanya; kejelasan.



Seakan tak mau melepas genggamanmu, kau tiba-tiba hadir dikehidupanku. Setiap nafasku selalu disertai dengan kehadiranmu, tak seharipun aku tak melihatmu. Sayang, terima kasih kau telah hadir memberikan warna dikehidupanku, yang tadinya hanya ada abu-abu. Kau selalu memberikanku bisikan “aku menyayangimu”. Hal itu membuatku seakan kakiku tak menyentuh bumi lagi, kau buatku melayang.
Tatapanmu sangat meyakinkanku bahwa kaulah milikku, namun memangnya siapa aku? 

Aku bukan siapa-siapamu. Dari awal aku hanya menganggapmu teman biasa,tidak ada rasa yang luar biasa dan kau juga begitu. Semakin hari aku tak mengerti maksud dari tatapan matamu, jemarimu yang selalu menggenggam tanganku, senyuman hangatmu, candaan gurihmu, tingkah perhatianmu dan kecupan yang selalu kau berikan dijidadku setiap kita akan berpisah.

Sayang, ini yang kutakutkan. Aku takut perasaanku tumbuh semakin dalam dan pada akhirnya hatiku terluka seperti yang sebelumnya. Aku semakin tak karuan, setiap kau tak memperhatikanku atau kau tidak mengabariku aku selalu marah denganmu, setiap kau mengabaikanku hatiku terasa sakit, setiap aku melihatmu tertawa atau tersenyum yang sebabnya bukan aku, aku selalu cemburu. Tapi, memangnya aku siapamu? Aku tak berhak dengan semuanya.

Sayang, apa arti dari semua perlakuanmu kepadaku? Aku hanya ingin semuanya jelas. Setiap aku mempertanyakannya, kau hanya menjawab dengan senyuman, memelukku dengan erat dan tak mau membahasnya lagi. Sayang, aku takut… aku takut kalau kau tiba-tiba pergi tanpa alasan dan tak kembali. Tolong, jangan jadikan aku tempat persinggahanmu.

Sayang, aku ingin kejelasan, aku ingin kepastian, aku ingin kau dan aku menjadi kita.
Untuk apa kau berikan aku mawar merah jika kau tak izinkan aku untuk menciumnya. Sekali lagi sayang, aku hanya ingin kejelasan.

dari seorang gadis yang butuh status pasti,
 yang sampai sekarang, entah kau anggap apa.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Muawiyahrezky Blogger Template by Ipietoon Blogger Template